Rabu, 26 Desember 2018

Sandisk Dual USB Drive 3 Rp. 150.000,-

Hasil gambar untuk OTG SanDisk review
Sekarang USB OTG (On The GO), sudah merupakan device yang umum diketahui dan dimiliki banyak pengguna smartphone. Beberapa tahun sebelumnya, saat smartphone android sedang menanjak, banyak orang berharap device android bisa menggunakan flashdisk atau flashdrive, layaknya pada USB komputer atau laptop. Pemikiran dasarnya �sama, cara cepat memindahkan data dari smartphone ke flashdrive atau sebaliknya.
Pada android 3.0 Honeycomb, device android mulai membuat kernel yang support dengan teknologi USB OTG, tetapi karena android Honeycomb lebih dikhususkan untuk tablet, dan port USB yang digunakan tablet berbeda dengan komputer, tidak banyak orang berpikir bahwa hal tersebut bisa dilakukan, melalui sebuah converter.
Saat smartphone android KitKat 4.4 telah umum digunakan, istilah USB OTG baru lebih banyak dikenal.
Sebuah converter USB OTG pada masa awal lebih berbentuk kabel, dengan kedua ujung berbeda mini USB to USB atau micro USB to USB, sebuah ujung mini atau micro untuk smartphone, dan ujung USB standar untuk flashdrive.

Tetapi karena kebutuhan USB OTG ini terus berkembang, akhirnya bermunculan flashdisk yang memiliki dual port, satu ujung untuk dipasang pada port smartphone, satu ujung lagi untuk port usb standar �ke komputer atau laptop.
Keberadaan dual USB flashdrive, atau sering disebut flasdisk USB OTG ini dirasa memudahkan, selain untuk meng-copy data dari dan ke smartphone, juga dianggap lebih simpel untuk men-transfer data dari smartphone ke komputer dibanding menggukan kabel data.
Banyak orang dalam memilih USB OTG flash drive, hanya berpaku kepada seberapa besar�kapasitas. Kemudian baru memilih bentuk yang sesuai, sekecil mungkin, agar ketika sedang terhubung dengan smartphone, flashdrive tidak terlalu panjang dan mudah tersenggol.
Sebenarnya disaat smartphone sudah semakin cepat sekarang, salah satu faktor penting yang harus dipikirkan dalam memilih USB OTG flashdrive adalah kecepatan.
Saat smartphone kekurangan memory, biasanya data yang besar ada didalamnya adalah foto, video, dan musik. Ini data yang paling cepat untuk di-copy dan dipindahkan tanpa bertalian dengan kinerja aplikasi. Ketika ratusan foto dalam sebuah folder dipindah sekaligus, kita baru sadar, flash drive yang lambat membutuhkan waktu lama untuk memindahkan data.

Sandisk Ultra Dual USB 3.0
Flashdrive USB OTG dari Sandisk ini menarik perhatian, pertama karena ukurannya kecil, dengan panjang hampir 3 cm dan lebar hanya 1.5 cm, kira-kira seukuran buku jari tangan. Tidak ada port USB baik micro maupun USB standard terlihat menyembul. Sebuah band metal membelit body flashdrive, yang bisa digunakan untuk menggantung atau mengaitkannya pada perangkat lain, misalnya menjadi gantungan kunci.�

Pada bagian atas terdapat tonjolan kecil slider yang bisa memunculkan masing-masing port tersebut bergantian, sebuah port micro USB untuk tersambung ke smartphone atau tablet, dan sebuah port USB berukuran standar dengan USB interface 3.0, untuk data transfer yang cepat pada komputer. Jika kita memperhatikan USB slot pada laptop atau komputer kita, biasanya jika port USB berwarna biru, berarti sudah mendukung USB interface 3.0 yang secara teori bisa 10 kali lipat lebih cepat dibanding standar USB 2.0. Slider untuk memunculkan port USB ini solusi yang lebih baik, dibanding sebua cap penutup yang sering disertakan pada sebuah flashdrive, karena mudah hilang.

Saat membeli, kita bisa memilih kapasitas yang dibutuhkan, 16GB, 32GB, 64GB atau maks 128GB. Standar kecepatan bacanya menurut spesifikasi up to 150 MB/s, untuk kapasitas 32, 64, dan 128 GB, sementara untuk kapasitas 16GB sedikit lebih rendah 130 MB/s.

Kecepatan tinggi ini yang tidak banyak menjadi standar flashdrive USB OTG �di pasaran.









Saat ini port standar kebanyakan smartphone memang masih berbentuk micro USB, tetapi sebagian smartphone baru sudah mulai berubah menjadi USB type-C. �Flashdrive USB OTG tetap bisa digunakan dengan menyambung nya menggunakan sebuah converter, baik converter micro USB to USB type-C, maupun converter USB ke USB type-C. Ketika converter ini digunakan pada Sandisk OTG, tidak ada perubahan kecepatan transfer, dan semua file tetap bisa dibaca dengan baik.

Real Me C1 Harga Rp.1.599.000,-

Untuk menggebrak pasar smartphone di Indonesia, pendatang baru Realme, hadir dengan strategi yang mengejutkan. Selain langsung menggelontorkan 3 varian smartphone, harga yang dibanderol pun cukup terjangkau. Selain Realme 2 dan Realme 2 Pro, salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Realme C1.

Realme C1

Realme C1 benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan smartphone, membutuhkan smartphone dengan harga yang tak terlalu mahal. Meski harganya hanya sekitar Rp1 jutaan namun di dalam C1 terdapat banyak kelebihan yang membuatnya tak seperti smartphone murahan. Ini membuat C1 benar-benar menaikkan kelas sebuah smartphone entry level.
Realme C1 menghilangkan desain efek berlian di bodi belakang, namun Notch yang diusung cukup lebar, seperti Realme 2. Desain bodi belakanglah yang membedakan Realme C1 dengan Realme 2. Sedangkan yang membedakan C1 dengan Realme 2 Pro adalah Notch di depan layar. Jika C1 memiliki notch yang panjang, Realme 2 Pro memiliki notch mirip tetest air (water drop).

Desain dari Realme C1 ini cukup menarik perhatian karena memiliki look yang premium. Desain ini kabarnya disebut 12 lapisan laminasi nanoscale, ditambah 2.5D back plate, untuk build quality yang lebih kuat dan lebih tahan terhadap goresan. Electroplated rear cover memastikan permukaan yang menawan dan lembut, dengan konduktivitas yang lebih baik dan tahan panas. 

Ink printing memberikan efek 3D yang memukau. Elegant microarc dengan lekukan yang lebih besar di bagian tengah memberikan keseimbangan estetika dan kenyamanan genggaman. Untuk ketersediaan warna, Realme C1 hadir dalam dua warna, Mirror Black & Navy Blue.
Terdapat tiga slot kartu, masing-masing untuk dua nano SIM dan MicroSD. Micro-USB port, lubang speaker dan soket headphone 3,5mm berada di bagian bawah smartphone. Sisi belakang hanya disematkan dua kamera, tepatnya di bagian atas, ditambah modul LED Flash dan logo Realme di bagian bawah.
Baterai dan layar besar
Harga Realme C1 dibanderol Rp1,5 jutaan. Kapasitas baterai yang digunakan yakni 4230 mAH. Pengguna dapat menggunakan smartphone ini sebagai daily driver yang memberikan keleluasaan untuk multi-tasking, bermain game, mengambil foto atau memutar video seharian tanpa takut baterai akan cepat habis.
Dalam pengujiannya, Realme C1 bisa melakukan panggilan telepon nonstop selama 44 jam. Untuk penggunaan musik bisa dilakukan selama 18 jam, menonton video selama 15 jam dan bermain game selama 10 jam. Semua dalam keadaan terkoneksi wifi. Jika digunakan untuk membrowsing internet dengan update 10 detik sekali, C1 bisa bertahan sampai 18 jam.
Meski tidak mengusung fast charging maupun VOOC layaknya Oppo, Realme C1 juga tergolong cepat dalam urusan pengecasan. Dalam pengujian, pengecasan dengan adapter 10W bisa membuat Realme C1 terisi penuh dalam kurun 2,5 jam sampai 3 jam.
Menariknya, Realme juga telah memberikan fitur AI Power Manager, yang notabene telah ada di Realme 2 dan Realme 2 Pro. Fitur ini cukup memberikan keleluasaan pada sistem untuk mengoptimalisasi konsumsi daya dari aplikasi dan juga mengontrol jumlah inti prosesor untuk menghindari daya yang terbuang secara berlebih (power waste)







Xiaomi Redmi 6A Harga Rp. 1.450.000,-


        Setelah resmi diumumkan pada bulan Juni lalu, Xiaomi akhirnya secara resmi menjual smartphone terbarunya di Indonesia yakni Redmi 6A. Smartphone ini merupakan versi lebih murah dari Xiaomi Redmi 6 yang juga akan dijual di Indonesia bersamaan dengan Redmi 6A.
Xiaomi Redmi 6A ini merupakan generasi penerus dari Redmi 5A, yang pernah menjadi primadona Xiaomi di Indonesia karena harganya yang murah. 
  
1. Spesifikasi Xiaomi Redmi 6A
Berbeda dengan pendahulunya Redmi 5A yang memakai prosesor Qualcomm Snapdragon 425, Xiaomi Redmi 6A menggunakan prosesor Helio A22 SoC Quad Core 2.0 gHz. Untuk mengimbangi kemampuan chipset tersebut, Redmi 6A juga dibekali dengan RAM 2 GB dan storage internal 16 GB yang dapat ditambahkan microSD hingga 256 GB.
Memang pada saat diumumkan secara global, ponsel ini dikatakan memiliki dua varian yakni RAM 2 dan 3 GB masing-masing dengan ruang penyimpanan 16 dan 32 GB. Namun saat ini Redmi 6A yang akan dijual di pasaran hanya yang varian RAM 2 GB/16 GB saja.
  
2. Layar dan kamera Xiaomi Redmi 6A
Untuk urusan layar, Xioami Redmi 6A, membawa layar rasio 18:9 dengan ukuran seluas 5,45 inchi dengan resolusi Full HD+ (1440 x 720 piksel) berteknologi IPS. Kemudian di bagian atas layarnya disematkan lensa kamera selfie beresolusi 5MP yang sudah dilengkapi dengan fitur AI Portrait dan AI Beautify. Selain itu, kamera depan ini juga dapat digunakan untuk membuka kunci layar dengan fitur Face Unlock.
Xiaomi Redmi 6A ini juga dilengkapi dengan kamera belakang beresolusi 13 MP, aperture f/2.2, Phase Detection Autofocus, dan LED Flash yang dapat menghasilkan foto dengan baik. Walaupun kamera belakang Redmi 6A ini belum mengadopsi tren kamera ganda, namun Redmi 6A ini masih dapat diandalkan untuk memotret dengan efek bokeh yang keren.
  
3. Baterai dan sistem operasi Xiaomi Redmi 6A
Xiaomi Redmi 6A memiliki kapasitas baterai yang cukup besar yakni 3000 mAh yang diklaim mampu bertahan lama untuk pemakaian normal. Smartphone ini juga mengusung MIUI 9.0 berbasis Android 8.1 Oreo yang memiliki sejumlah fitur menarik.
Tak ketinggalan, dukungan dua kartu SIM, jaringan 4G-LTE, WiFi, Bluetooth 4.2, dan GPS telah juga turut hadir di dalamnya. Redmi 6A akan mulai dipasarkan di Indonesia pada tanggal 10 September 2018, dan tersedia dalam 3 pilihan warna yakni Black, Gold dan Blue.
Secara keseluruhan sebagai versi yang lebih murah dari Redmi 6, ponsel ini bisa dibilang sudah cukup keren. Bahkan Xiaomi mengklaim smartphone ini sebagai smartphone paling bertenaga di kelasnya. Kalau kamu tertarik untuk memiliki Redmi 6A ini, kamu bisa membelinya di MI Store Indonesia atau di BliBli.com.
 

 



Selasa, 25 Desember 2018

Tips Memilih Smartphone yang Cocok untuk Anda

Di Era Digital saat ini, hampir setiap orang memiliki smartphone dengan berbagai bentuk dan fungsi yang berbeda - beda. Seiring berjalannya waktu, beberapa brand smartphone menjadi semakin berkembang karena tingginya daya saing pasar global.

Tips Memilih Smartphone yang Cocok untuk Anda

Berikut adalah beberapa tip yang perlu dipertimbangkan saat membeli smartphone:

1. Sistem operasi
Jika Anda terpecah antara iOS dan Android, pilihlah iPhone jika Anda menginginkan sesuatu yang mudah digunakan dan ingin mendapatkan aplikasi terpanas terlebih dulu dan pembaruan perangkat lunak sesuai timeline. Android lebih baik jika Anda menginginkan lebih banyak pilihan perangkat keras dan pilihan yang lebih terjangkau.

2. Jangan membayar lebih dari yang Anda butuhkan
Sementara iPhone 8, Galaxy S8 dan smartphone premium Android dibanderol mulai sekitar Rp 10 jutaan dengan harga tunai, ada model smartphone murah yang tersedia dengan fitur bagus. Selain itu, Anda dapat mengajukan permohonan pembayaran kontrak pada operator.

3. Dapatkan layar dengan ukuran yang tepat
Beli smartphone dengan layar lebih kecil dari 5,5 inci jika penggunaan satu tangan penting bagi Anda, atau jika Anda memiliki tangan yang lebih kecil. Dapatkan smartphone layar lebar jika Anda ingin menonton banyak video, bermain game atau ingin memanfaatkan mode multi jendela di Android. Pembuat smartphone sekarang membuat ponsel layar lebar, seperti Galaxy S8 5,8 inci, yang sesuai dengan nyaman di satu sisi berkat rasio aspek 18: 9 yang lebih besar.

4. Abaikan megapiksel kamera
Di perangkat yang baru dirilis, kamera menjadi fitur smartphone yang paling penting. Perhatikan spesifikasi seperti aperture (angka lebih rendah) dan fitur khusus seperti dual lens dan optical image stabilization. Abaikan megapiksel.

5. Daya Baterai
Jangan puas dengan smartphone yang bertahan kurang dari 10 jam dalam satu pengisian.

6.Penyimpanan Memori
Dapatkan penyimpanan minimal 32GB, sehingga Anda dapat menyimpan lebih banyak permainan, foto dan video. Akhir-akhir ini, 64GB merupakan standar baru untuk smartphone andalan. Untuk memperluas penyimpanan Anda, slot kartu microSD sangat bagus, namun tidak selalu tersedia di smartphone Android tertentu.